Rutinitas dan Impian


Pada awalnya manusia-lah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan kebiasaan-lah yang mengatur tingkah laku dan alur kehidupan manusia dalam sebuah jebakan rutinitas.

Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Walaupun miskin, ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.

Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja.

Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.

Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itu pun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan ‘permainannya’ memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.

Sahabat, pernahkah kita mengalami hal semacam itu? Karena sudah terbiasa dengan rutinitas kita, kita menjadi lupa pada apa tujuan kita sebenarnya. Pada apa yang sesungguhnya kita cari, bahkan disaat kita telah mendapatkannya dalam genggaman.

Sebagai orang percaya, tentunya kita sama-sama tahu jika setiap kita diciptakan bukanlah sebuah kebetulan, namun karena ada sebuah rencana Allah yang indah untuk hidup kita masing-masing. Rencana yang di desain hanya untuk kita.

Jika selama ini kita merasa bahwa hidup ini hanya suatu rentetan perulangan yang membosankan, bagun-sarapan-mandi-sekolah/bekerja-pulang-makan-mandi-tidur. Demikian berulang setiap hari selama bertahun-tahun kita hidup. Wajar saja bila banyak orang merasa telah kehilangan tujuan hidupnya. Mereka bertanya-tanya apa gunanya mereka dilahirkan jika pada akhirnya hanya rutinitas itu yang mereka alami sampai maut menjemput.

Sahabat, setiap orang pasti menjalani rutinitas itu, namun hanya orang-orang yang memelihara hati dan pikirannya tetap terfokus pada tujuan Allah dalam hidupnya, yang dapat menjalani rutinitas itu tanpa terjebak didalamnya. Orang-orang demikian akan mampu menemukan pengertian-pengertian baru untuk setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.

Dan mereka akan memelihara pikirannya tetap positif dan yakin jika mereka akan mendapatkan apa yang menjadi impian mereka. Respon/kebiasaan mereka-lah yang akan menentukan apakah mereka akan semakin dekat atau semakin jauh dengan impiannya.

Seperti kasih karunia Allah yang selalu baru setiap hari, demikian juga setiap hari yang kita lalui merupakan ribuan kesempatan baru yang menunggu untuk ditemukan. Temukan kesempatan dalam setiap rutinitas yang sahabat jalani. Hidupilah rutinitas anda untuk menggapai impian anda. (mj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s