GPS Tuhan


Saya sering berpikir, apakah hidup yang saat ini sedang saya jalani berada di jalur yang benar? Karena apa yang terjadi didalamnya tidaklah mudah untuk saya lewati. Sampai akhirnya suatu malam, saat saya sedang berbincang dengan seorang sahabat, saya menemukan sedikit pengertian yang saya rindu untuk bagikan kepada anda sekalian.

Sahabat saya ini bercerita tentang GPS dalam mobil rekannya. bagaimana mereka sedang mencari rute dengan memanfaatkan GPS. Rekannya dengan sengaja mencari rute lain dari yang diusulkan GPS, dengan pertimbangan rute itu sering terjadi kemacetan.

Dan yang lucu menurutnya adalah, GPS itu ‘berteriak-teriak’ meminta mereka kembali sesuai rute yang dibuatnya. Namun saat mereka tetap dengan rutenya sendiri, maka GPS itu pun akhirnya ‘diam’ dan membuat rute baru dari posisi mereka saat itu. Demikian hal yang sama terulang saat mereka ‘melawan’ arahan GPS tersebut.

Saat itu saya ikut tertawa, namun sebuah kesadaran menggugah saya. Bukankah hal yang sama sering terjadi dalam kehidupan saya dan anda? Kita tahu bahwa Tuhan punya rencana terindah untuk setiap kita. Untuk itu, seperti halnya GPS, Tuhan pun sudah menyiapkan rute yang harus kita lalui untuk mencapainya.

Namun seringkali yang terjadi adalah, kita mengabaikan ‘rute’ yang sudah Tuhan sediakan.

“Tuhan, Engkau tahu saya tidak berbakat di bidang ini. Jadi, ini pasti BUKAN rencanaMu.”

“Tuhan, saya ingin merintis usaha saya sendiri dan sukses, karena itu TIDAK MUNGKIN saya hanya jadi pegawai.”

“Tuhan, Engkau menaruh impian ini dalam hatiku, dan yang aku jalani saat ini RASANYA tidak akan pernah membawaku menuju ke sana.”, dan lebih dari seribu alasan bisa dikemukakan. Paling tidak, itulah yang mendorong kita untuk membuat rute sendiri atas hidup kita.

Kenyataannya, memang seringkali jalan yang harus kita lalui untuk mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita, bisa dibilang tidak mudah. Banyak hal yang membuat kita goyah dan ragu akan rencana dan pimpinan Tuhan.

Apapun yang terjadi, mari kita semua belajar untuk taat dan setia dalam rute Tuhan untuk kita. Jangan mencoba membuat rute sendiri. Karena tidak ada yang lebih tahu masa depan kita selain Pencipta kita sendiri.

Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana jika kita sudah terlanjur salah jalan? Bak GPS yang kembali mencari rute baru tersebut, seperti itu pula GPS Tuhan. Asalkan saya dan sahabat mau kembali mendengarkan arahan-Nya, maka Dia akan menyiapkan rute baru untuk kita. Tentunya dalam setiap tindakan ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Misalnya, jika dari awal kita taat, maka kita akan mencapai tujuan kita dalam 10 tahun, tapi karena kita tidak taat, maka kita baru mencapainya setelah 20 tahun. Itu bukan karena Tuhan jahat, tapi karena konsekuensi perbuatan kita sendiri.

Kadangkala sering kita lupa bahwa, orang yang istimewa akan dibentuk dengan cara istimewa juga. Saya dan anda adalah orang-orang istimewanya Tuhan. Karena itu kita diijinkan melewati segala rintangan, gelombang bahkan badai luar biasa dalam kehidupan kita. Bukan karena Tuhan kejam atau GPS-Nya sedang rusak, namun karena Ia ingin menempa mentalitas dan karakter, agar kita siap untuk tujuan yang sudah Dia siapkan sejak kekekalan bagi anda dan saya.

Karena itu sahabat, mari kita dengarkan arahan Tuhan dalam hidup kita. Jika saya dan sahabat sudah salah melangkah, mari kita kembali. Karena digenapinya rencana Allah dalam hidup saya dan sahabat, membutuhkan kerjasama kita sendiri. (mj)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s