Tukang cukur


Karena rambut sudah panjang, saya pergi ke tukang cukur (potong) rambut dekat rumah. Ternyata di sana sudah banyak orang yang antri. Sambil menunggu giliran, saya memperhatikan seorang anak yang sedang dipotong rambutnya. Anak ini bergerak terus. Ia risih dengan potongan-potongan rambut yang jatuh di tubuhnya. Ia tidak ingin diam. Berkali-kali ibu maupun tukang cukurnya menyuruhnya untuk tidak bergerak, “Tenang nak, kalau kamu tidak diam, rambutmu tidak rapi!” demikian pinta ibunya.

Tahukan Anda dalam hidup ini, kita kadang bertingkah laku seperti anak kecil itu. Ketika hidup kita sedang “dicukur” Tuhan, kita tidak mau taat pada pimpinan Tuhan. Kita tidak mau berdiam diri mendengarkan tuntunan-Nya. Akibatnya, hidup kita pun tidak semakin “rapi” tapi malah berantakan. Masalah pun tidak semakin cepat selesai.

Alkitab mengatakan, “Sebab beginilah Firman Tuhan ALLAH, yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. ” Tetapi kamu enggan,….” (Yesaya 30:15)

Melalui nabi-nabiNya, Allah telah memperingatkan bangsa Israel untuk bertobat, dan tinggal diam atau percaya kepadaNya dengan yakin, karena dengan demikian Dia akan melepaskan dari penjajahan bangsa Asyur yang lalim. Namun sebaliknya, mereka lebih mengandalkan kekuatan pasukan berkuda Mesir seolah-olah kuda-kuda itu lebih menjamin kemenangan mereka daripada tangan tuhan semesta alam. Pada waktu kesukaran itu benar-benar datang, karena telah kehilangan perkenanan Allah, mereka tidak mampu melawan bahkan satu kekuatan musuh yang jauh lebih kecil, seribu banding 1 (ayat 17).

Tuhan “mencukur” hidup kita supaya karakter kita semakin “rapi” dan berkenan di hadapanNya. Kita harus menikmati proses itu bersama Tuhan, bukan sibuk sendiri.

Waktu “proses” itu datang, kita harus lebih sering berdiam diri dalam hadirat Tuhan, mendengarkan kehendakNya dan bergerak berdasarkan pimpinanNya. Niscaya kita akan menjadi pribadi yang benar-benar berkualitas.

Percaya pada pimpinanNya adalah harapan satu-satunya, yang takkan pernah luntur, dan yang membuahkan kedamaian. Percayalah, Allah pasti bertindak untuk mengatasi setiap masalah dalam kehidupan kita. (Ag)

Sumber : warta GMS 31 Oktober 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s